0

lauching Radio Online Kerinci

dear all people about kerinci radio online    :D
jumpa lagi dengan saya kak bhandel yang super heboh n maco :D wkwkwkkwkwkw
kali ini kak bhandel mau promosikan hasil keringat kami tentang radio online yang telah terbit di kerinci sungai penuh.. radio ini berisikan tentang hiburan dunia maya  anda juga bisa titip salam kirim2, pesan n menyampaikan salam,cinta dan lainya tapi anda mesti gabung di https://www.facebook.com/groups/kerinciradioonline/ untuk dapat bercanda ria bersama dj2(penyiar radionya) pokoknya seru deh.. kan kita udah tau bahwa teknologi sekarang semakin canggih,, zaman sudah serba online... apakah anda mau ketinggalan produk baru??? n apakah anda tidak ingin mencoba fasilitas yang serba moderen??? jawabanyaa,, "pasti anda maukan"
 :D nah2 jika pengen dengerin radionya anda bisa langsung maen2 kesini :
  1. www.kerinci-cyberlink.com (denger radio via browser)
  2. www.kerinci-cyberlink.com/listen.pls (dengerin via winamp)
n syarat untuk mendengar radionya anda mesti memiliki henfree atau speaker n pastinya leptop , pc yang sudah terkoneksi dengan jaringan internet ^_~.
terus bukalah link radio onlinenya dengan mozilla, n pastinya mozzila anda mesti terinstal plugin flash nya :D klu gak ada pluginnya atau gak bsa muter via browser anda juga bisa n mudah muter via winamp disini tempatnya www.kerinci-cyberlink.com/listen.pls
ni aku kasih screnshot halaman depan radio onlinenya
nah itu adalah screnshot dari halama depan radionya tu lihat ada tulisan
"DENGER RADIO VIA WINAMP" tinggal klik aja disono :D n langsung puter lewat winamp... mudahkan.. :)
eeh iya radio hanya berputar jika ada pemberitahuan di group portal radio online kerinci facebook disini gabung aja gratisan kok https://www.facebook.com/groups/kerinciradioonline/ ^_^ nanti jika dj nya nyiar radio nanti anda akan mendapatkan notifikasinya dari facebook :D
nah 1 lagi ini adalah screnshot ip kami/ ip radionya /tempat login para penyiar dj nya :D lihat gambar di bawah ini.^_~
tu ada nama aku tu DJ bhandel yang di garis merahin tu :D ....
sekarang ini saya dan teman2 lagi memikirkan bagaimana caranya agar ini radio bisa di puter di semua jenis hp (HEANDPONE) soalnya ini cuma support di hp blackberry yang ada 3g nya, n kami juga sedang membuat vidio streamingnya.. jadi anda langsung bisa tatap muka dengan penyiar radionya, tampa harus memakan coneksi anda.. tpi anda hanya mendengarkan free tampa efek samping  :)...
n kami sedang merancang agar anda bisa telfon online gratis dengan kami tampa biaya ^_~.
smuanya kami rancang hanya untuk sungai penuh , kerinci , jambi dan indonesia tercinta tanah air ku :)
nah 1 lagi kami tampilkan screnshot dari tool pemutar radionya ada 3 jenis tapi hanya 1 yg kami tampilkan disini ya
nah lihat gambar di atas itu :D canggih ya sekarang zaman moderen :D
oke cuma ini yang bisa kak bhandel sampeein sama kalian semua tentang info tehcnologi kincay sungai penuh tercinta ku :)
kami tidak butuh donasi anda kami tidak berharap uang anda semua,, yg kami berharap adalah kekompakan kita di negeri sakti alam kerinci ini.. :)

foundation
  1. angga bhandel
  2. anggry 
  3. amirul darmawan
  4. bagas nugraha
Dessain Source Code
  1. angga bhandel
  2. anggry
dj (penyiar)
  1. angga bhandel
  2. andi MP
  3. tiwi (endel kaaktus)
  4. zuan binjai
  5. kosong
  6. kosong
  7. kosong
  8. kosong
  9. kosong
  10. kosong
oke sampe disini yaa info dari kak bhandel,, semoga ini dapat menjadi awal dari kemajuan kerinci yang sakti ini.. the best iT kerinci. good bye jumpa lagi di artikel selanjutnya. ^_~
-=Baca Selengkapnya=-
0

Pelajar Ingin Kerinci Bangun Museum

http://www.metrojambi.com/images/stories/ilustrasi/A-B-C-D-E/buku%20tua.jpg

 
SUNGAIPENUH – Keinginan memiliki museum kembali diserukan para pelajar di Kabupaten Kerinci. Karena, museum merupakan salah satu sarana untuk menunjang peningkatan ilmu pengetahuan di Kabupaten Kerinci dan juga salah satu sarana pendidikan informal siswa. Bahkan hingga tahun 2011 ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci masih belum memiliki museum sebagai salah satu sarana pendidikan informal. Pentingnya museum, terutama bagi pelajar karena bisa dijadikan sebagai laboratorium Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Ronal, salah seorang pelajar di Kerinci, mengatakan pendidikan pelajaran sejarah dan pelajaran IPS yang mereka dapatkan di sekolah hanya teori. Namun, fakta sejarah tidak pernah dilihat. Saat menempuh pelajaran di sekolah, benda purbakala mereka pelajari. Namun, hingga sekarang sebagian besar siswa belum pernah melihat bukti dari pelajaran yang diterimanya di sekolah tersebut. ‘’Kami sering diajar tentang benda purbakala asli Kerinci, seperti batu patah dan sebagainya. Namun sayangnya, hingga kini kami belum pernah melihatnya,” ungkap Ronal.

Menurut dia, meski kelihatan simpel, namun kondisi tersebut cukup memberi masalah bagi dunia pendidikan para pelajar Kerinci. Bahkan bisa jadi bakal membuat para pelajar kurang percaya akan pelajaran tersebut. Selain itu, para pelajar berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci menjadikan prioritas untuk peningkatan ilmu pendidikan dalam Kabupaten Kerinci khususnya.

‘’Untuk mengetahui sejarah, kami juga ingin bukti, tidak hanya teori di bangku pendidikan. Makanya, perlu pembangunan museum untuk dijadikan laboratorium IPS bagi pelajar,” ungkapnya. Menanggapi tidak adanya museum sejarah di Kabupaten Kerinci, Amri Swarta, Sekretaris Disporaparbud Kerinci, membenarkan pentingnya museum untuk ilmu pengetahuan bagi siswa sekolah dan masyarakat Kerinci.

Untuk itu, pihaknya bakal berusaha memperjuangkan dan mengusulkan pembangunan museum tersebut. ‘’Sangat penting, bahkan kami juga menginginkan keberadaan museum di Kerinci. Sehingga, benda bersejarah yang selama ini kita titip pada salah satu rumah warga, bisa disimpan dengan baik dan terawat,” jelasnya. (Reporter:Averman)
sumber: http://www.metrojambi.com/dikbud/17584-pelajar-ingin-kerinci-bangun-museum.html
-=Baca Selengkapnya=-
0

Sejarah Asal Usul Patih Gajah Mada Dari Kerinci

Sejarah Asal Usul Patih Gajah Mada Dari Kerinci?-Sejarawan Jambi, Fachrudin Saudagar, menegaskan adanya Tambo Adat Hiang Tinggi di kabupaten Kerinci akan sangat berguna jika diteliti untuk menguak asal usul Patih Gajah Mada dan posisi letak kerajaan Sriwijaya yang sesungguhnya.

"Saya sebenarnya baru tahu tentang Tambo adat masyarakat Hiang di Kerinci ini. Karena itulah saya pikir Tambo ini sangat berguna dan layak jadi referensi penting penelitian sejarah Melayu Jambi sekaligus rekam jejak sejarah perjalanan bangsa ini di masa lampau," kata sejarawan budayawan dosen Universitas Jambi (Unja), Fachrudin Saudagar, di Jambi, Senin.

Menurut diam Tambo Adat yang berisi tentang silsilah yang memaktub nama Gajah Mada berasal dari Kerinci itu adalah salah satu fakta pula kalau sesungguhnya kerajaan Sriwijaya dulunya adalah kerajaan Melayu yang berada Jambi.
"Kalau ternyata memang dari Tambo ini disimpulkan Gajah Mada berasal dari Kerinci, maka semakin memperkuat fakta sejarah kalau sesungguhnya kerajaan Sriwijaya itu sesungguhnya adalah afiliasi dari kerajaan Melayu yang berubah nama jadi Sriwijaya karena berhasil mencapai masa kejayaannya," terangnya.

Sebagaimana diketahui, katanya, kerajaan Melayu dengan raja terakhirnya bernama Tun Telanai, seperti juga tercantum di prasasti Campa di Thailand, berpusat di sungai Batanghari Jambi sebagaimana hipotesa para peneliti dan ahli sejarah selama ini

Diakui Fachrudin, memang selama ini para ahli dan peneliti sejarah masih mempolemikkan tentang letak pusat kerajaan Sriwijaya yang pernah menyatukan nusantara pada masa lampau itu. Mereka membedakan kedua kerajaan itu yang masing-masingnya berada di daerah yang berbeda koordinat yang beda tapi pada topografi geografis yang sama.

Masih sangat misteri apakah Sriwijaya itu berada di sungai lain di Sumatera seperti yang katakan peneliti Perancis dan Eropa, atau berada di sungai Batanghari Jambi yang sepanjang DAS-nya memang banyak ditemukannya situs sejarah dan peninggalan masa lampau oleh para peneliti tanah air sekarang ini.

Lebih jauh, dia menilai, memang dari runutan sejarah kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 hingga 9 masehi jauh lebih tua dari Mataram, apalagi Majapahit pada abad ke-11 hingga 14 masehi di Pulau Jawa seperti yang tertulis di Tambo Adat Hiang Tinggi. Para ahli sejarah juga berpendapat Gajah Mada memang bukan berasal dari Jawa melainkan daerah lain khususnya Sumatera.

"Daerah-daerah memang banyak yang mengklaim Gajah Mada berasal dari derahnya, tidak hanya daerah di Sumatera tapi juga Kalimantan, Bali dan Lombok, namun semua klaim itu mentah karena tidak didukung oleh fakta dan data, apalagi data tertulis berupa Tambo berisi silsilah seperti yang dimiliki Kerinci hingga saat ini," terang Fachrudin.

Karena itulah, tegasnya, sangat besar kemungkinan Gajah Mada memang berasal dari Kerinci. Selain bukti tertulis itu, asal usul Gajah Mada juga merujuk pada catatan perjalanan sejarah kerajaan Melayu Jambi sendiri pada masa lampau yang menyebutkan pernah terjadi Ekspedisi Pamalayu yang menurut Fachrudin bukanlah ekspedisi penaklukan seperti pesepsi para peneliti Eropa sebelumnya.

"Pasalnya dari kitab Pararaton di Jawa hanya disebut 'Jawa ngandon eng Malayu' yang arti harfiahnya adalah Jawa berkunjung ke Melayu. Jelas di sini tidak disebut adanya ekspedisi militer atau perang penaklukan, apalagi hingga kini memang tidak ditemukan adanya bukti sejarah yang memperkuat kalau memang pernah terjadi peperangan penaklukan di daerah-daerah Melayu di Sumatera," papar Fachrudin.

Justeru yang ditemukan, tambahnya, adalah bukti-bukti penaklukan kerajaan Sriwijaya yang merupakan pusat agam Budha masa itu oleh kerajaan Cola India pada abad ke-9 yakni berupa ditemukannya patung milik tentara Cola yakni arca dewi Laksmi yang merupakan salah satu dewa agama Hindu yang dtitemukn di Sungaibatanghari.

Fachrudin menyebutkan hipotesanya kalau pada masa 'ngandon' itulah Gajah Mada meninggalkan Jambi dan berpindah ke Mataram hingga akhirnya dia diangkat jadi Patih di Majapahit yang berhasil menyatukan seluruh nusantara.

Menurut Fachrudin, spirit sumpah Palapa yang diucapkan tentu juga didasari oleh latar belakang kepribadian dan sejarah perjalanan hidup Gajah Mada sendiri yang semasa mudanya sudah melihat kejayaan Melayu yang berhasil menyatukan nusantara sampai akhirnya disebut Sriwijaya.

Hal itu telah menginspirasi visi dan misi politiknya karena mustahil seseorang bisa melakukan sesuatu tanpa ada yang menginspirasinya. "Seperti ditulis M Yamin, kalau saat itu sepulangnya dari kunjungan ke Melayu itu juga membawa dua putri Sumatera yakni Dara Petak dan Dara Jingga ke Jawa. Hipotesanya saat itulah Gajah Mada ikut serta karena bisa jadi saat itu dia termasuk barisan pengawal atau pendamping kedua putri itu," terangnya.

Menurut Fachrudin, berbagai pihak khususnya pemerintah dalam hal ini Kemenbudpar, seharusnya merespon dinamika sejarah dengan berbagai temuan baru ini dengan positif.

Dengan demikian, bisa dilakukan penelitian mendalam terhadap keberadaan sejarah bangsa di masa lampau yang hingga kini masih banyak menyimpan misteri, hingga terungkap dan jadi jati diri kebanggaan generasi membangun identitasnya di masa mendatang.
-=Baca Selengkapnya=-
0

Suku Kerinci


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/06/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Vrouwen_en_kinderen_uit_een_Kerintisch_dorp_West-Sumatra_TMnr_10002859.jpg/300px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Vrouwen_en_kinderen_uit_een_Kerintisch_dorp_West-Sumatra_TMnr_10002859.jpg
Bahasa dan Budaya Kerinci

Kata Kerinci berasal dari bahasa Tamil Kurinji yaitu nama bunga kurinji (Strobilanthes kunthiana) yang tumbuh di India Selatan pada ketinggian di atas 1800m. Karena itu Kurinji juga merujuk pada kawasan pegunungan.

Suku Kerinci sebagaimana juga halnya dengan suku-suku lain di Sumatera adalah penutur bahasa Austronesia.

Berdasarkan bahasa dan adat-istiadat suku Kerinci termasuk dalam kategori Melayu, dan paling dekat dengan Minangkabau dan Melayu Jambi. Sebagian besar suku Kerinci menggunakan bahasa Kerinci, yang memiliki beragam dialek, yang bisa berbeda cukup jauh antar satu tempat dengan tempat lainnya di dalam wilayah Kabupaten Kerinci. Untuk berbicara dengan pendatang biasanya digunakan bahasa Minangkabau atau bahasa Indonesia (yang masih dikenal dengan sebutan Melayu Tinggi).

Suku Kerinci memiliki aksara yang disebut surat incung yang merupakan salah satu variasi surat ulu.

Sebagian penulis seperti Van Vollenhoven memasukkan Kerinci ke dalam wilayah adat (adatrechtskring) Sumatera Selatan, sedangkan yang lainnya menganggap Kerinci sebagai wilayah rantau Minangkabau.

Suku Kerinci merupakan masyarakat matrilineal.

Sebagaimana diketahui dari Naskah Tanjung Tanah, naskah Melayu tertua yang ditemukan di Kerinci, pada abad ke-14 Kerinci menjadi bagian dari kerajaan Malayu dengan Dharmasraya sebagai ibu kota. Setelah Adityawarman menjadi maharaja maka ibu kota dipindahkan ke Saruaso dekat Pagaruyung di Tanah Datar.
Pemerintahan

Satu kelompok masyarakat di dalam satu kesatuan dusun dipimpin oleh kepala dusun, yang juga berfungsi sebagai Kepala Adat atau Tetua Adat. Adat istiadat masyarakat dusun dibina oleh para pemimpin yang jabatannya yaitu Depati dan Ninik Mamak. Dibawah Depati ada Permenti (Rio, Datuk dan Pemangku) merupakan gelar adat yang mempunyai kekuatan dalam segala masalah kehidupan masyarakat adat.Wilayah Depati Ninik Mamak disebut ‘ajun arah’. Struktur pemerintahan Kedepatian:

    Depati Mudo Terawang Lidah berpusat di Desa PENAWAR
    Depati Empat Pemangku IV-8 (baca: Empat Delapan) Helai Kain Alam Kerinci, berpusat di Rawang;
    Depati Empat Rencong Telang, berpusat di Pulau Sangkar;
    Pegawe Rajo Pegawe Jenang Suluh Bindang Alam Kerinci, berpusat di Sungai Penuh;
    Siliring Panjang atau Kelambu Rajo, berpusat di Lolo;
    Depati Gembalo Sembah Tigo Luhah Pemuncak Tanah Mendapo Semurup,berpusat di Semurup ;
    Lekuk Limo Puluh Tumbi, bepusat di Lempur;
    Depati Intan dan Depati Mangkubumi Tigo Luhah Tanah Sekudung, berpusat di Siulak;

dan Depati Lainnya ialah: Tiga di Hilir Empat Tanah Rawang

    Depati Muara Langkap, berpusat di Tamiai;
    Depati Biang Sari, berpusat di Pengasi;
    Depati Atur Bumi dan Depati Batu Hampar, berpusat di Hiang;
    Depati Sirah Mato, berpusat di Seleman;
    Depati Mudo dan Depati Singa Lago, di Rawang;

Tiga di Mudik Empat Tanah Rawang

    Depati Kepalo Sembah, di Semurup;
    Depati Setuo, berpusat di Kemantan;
    Depati VII, berpusat di Sikungkung;
    Depati Niat di Rawang;

Kekuatan Depati menurut adat dikisahkan memenggal putus, memakan habis, membunuh mati. Depati mempunyai hak yang tertinggi untuk memutuskan suatu perkara. Dalam dusun ada 4 pilar yang disebut golongan 4 jenis, yaitu golongan adat, ulama, cendekiawan dan pemuda. Keempat pilar ini merupakan pemimpin formal sebelum belanda masuk Kerinci 1903. Sesudah tahun 1903, golongan 4 jenis berubah menjadi informal leader. Pemerintahan dusun(pemerintahan Depati) tidak bersifat otokrasi. Segala maslah dusun, anak kemenakan selalu diselesaikan dengan musyawarah mufakat.

Ninik Mamak mempunyai kekuatan menyelesaikan masalah di dalam kalbunya masing-masing. Dusun terdiri dari beberapa luhah. Luhah terdiri dari beberapa perut dan perut terdiri dari beberapa pintu, di dalam pintu ada lagi sikat-sikat. Bentuk pemerintahan Kerinci sebelum kedatangan Belanda dengan system demokrasi asli, merupakan system otonomi murni. Eksekutif adalah Depati dan Ninik Mamak. Legislatif adalah Orang tuo Cerdik Pandai sebagai penasihat pemerintahan. Depati juga mempunyai kekuasaan menghukum dan mendenda diatur dengan adat yang berlaku dengan demikian dwifungsi Depati ini adalah sebagai Yudikatif dusun. Ini pun berlaku sampai sekarang untuk pemerintah desa, juga pada Zaman penjajahan Belanda dan Jepang dipergunakan untuk kepentingan memperkuat penjajahannya di Kerinci.
Hubungan Kekerabatan

Masyarakat Kerinci menarik garis keturunan secara matrilineal, artinya seorang yang dilahirkan menurut garis ibu menurut suku ibu. Suami harus tunduk dan taat pada tenganai rumah, yaitu saudara laki-laki dari istrinya. Dalam masyarakat Kerinci perkawinan dilaksanakan menurut adat istiadat yang disesuaikan dengan ajaran agama Islam.

Hubungan kekerabatan di Kerinci mempunyai rasa kekeluargaan yang mendalam. Rasa sosial, tolong-menolong, kegotongroyongan tetap tertanam dalam jiwa masyarakat Kerinci. Antara satu keluarga dengan keluarga lainnya ada rasa kebersamaan dan keakraban. Ini ditandai dengan adanya panggilan-panggilan pasa saudara-saudara dengan nama panggilan yang khas. Karenanya keluarga atau antar keluarga sangat peka terhadap lingkungan atau keluarga lain. Antara orang tua dengan anak, saudara-saudara perempuan seibu, begitupun saudara-saudara laki-laki merupakan hubungan yang potensial dalam menggerakkan suatu kegiatan tertentu.
Hubungan Kemasyarakatan

Struktur kesatuan masyarakat Kerinci dari besar sampai yang kecil, yaitu kemendapoan, dusun, kalbu, perut, pintu dan sikat. Dalam musyawarah adat mempunyai tingkatan musyawarah adat, pertimbangan dan hukum adat, berjenjang naik, bertangga turun, menurut sko yang tiga takah, yaitu sko Tengganai, sko Ninik Mamak dan sko Depati.

Perbedaan kelas dalam masyarakat Kerinci tidak begitu menyolok. Stratifikasi sosial masyarakat Kerinci hanya berlaku dalam kesatuan dusun atau antara dusun pecahan dusun induk. Kesatuan ulayat negeri atau dusun disebut parit bersudut empat. Segala masalah yang terjadi baik masalah warisan, kriminal, tanah dan sebagainya selalu disesuaikan menurut hukum adat yang berlaku.
 
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Kerinci#Hubungan_Kemasyarakatan
-=Baca Selengkapnya=-